
AMBON,cahaya-nusantara.com
Pemerintah Kota Ambon terus memperkuat langkah kolaboratif dalam mendorong pembangunan daerah di tengah keterbatasan anggaran.
Hal ini ditegaskan Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena, saat memimpin apel pagi di halaman belakang Balai Kota Ambon, Senin (20/4/2025).
Apel yang dirangkaikan dengan sejumlah agenda strategis, di antaranya penandatanganan kerja sama dengan PT Pelindo terkait pemanfaatan lahan milik Pemkot Ambon sebagai lokasi penumpukan peti kemas di kawasan eks Pasar Inpres.
Selain itu, kerja sama juga dilakukan dengan Kementerian Agama Republik Indonesia dalam upaya meningkatkan literasi melalui penyediaan fasilitas perpustakaan di madrasah.
Tak hanya itu, Pemkot Ambon bersama Bank Indonesia dan Bank Tabungan Negara juga menyerahkan QRIS kepada tiga Rumah Tahanan Perempuan (RTP), yakni RTP Wainitu, Air Salobar, dan Amahusu, sebagai bagian dari upaya mendorong inklusi keuangan dan digitalisasi transaksi.
Wattimena menegaskan bahwa pembangunan kota tidak hanya bergantung pada pembangunan fisik, tetapi juga pada kemampuan pemerintah membangun sinergi lintas sektor.
“Di tengah keterbatasan anggaran, kita masih punya banyak peluang untuk membangun Ambon. Kuncinya adalah kerja sama dan kolaborasi dengan semua pihak,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi dukungan Pelindo dalam pemanfaatan lahan eks Pasar Inpres yang dinilai strategis untuk mendukung aktivitas logistik.
Sementara itu, kerja sama dengan Kementerian Agama diharapkan mampu meningkatkan kualitas literasi generasi muda melalui akses buku di lingkungan madrasah.
“Literasi adalah kunci masa depan. Karena itu, kita ingin memastikan anak-anak kita memiliki akses terhadap sumber belajar yang memadai,” tambahnya.
Dalam hal digitalisasi, Wali Kota menilai penerapan QRIS di RTP menjadi langkah konkret dalam mengedukasi masyarakat untuk beralih ke sistem pembayaran non-tunai.
“Ini bagian dari upaya membangun kesadaran dan kebiasaan masyarakat terhadap transaksi digital,” pungkasnya.(CNmy)
