AMBON, cahaya-nusantara.com

Pemerintah Kota (Pemkot) Ambon terus memperkuat kualitas pelayanan publik dengan meningkatkan kompetensi aparatur di bidang kebencanaan dan penyelamatan. Komitmen tersebut diwujudkan melalui pembukaan In House Training Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Kualifikasi Pemadam I Kota Ambon Tahun 2026 yang berlangsung di Balai Pelatihan dan Penyuluhan Perikanan Ambon, Jumat (10/7/2026).

Kegiatan ini secara resmi dibuka oleh Wali Kota Ambon, Bodewin M. Wattimena. Diklat ini diikuti oleh personel yang baru bertugas di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan teknis, kedisiplinan, serta kesiapsiagaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Dalam sambutannya, Wali Kota menegaskan bahwa peningkatan kualitas sumber daya manusia menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah, meski kondisi keuangan daerah masih menghadapi berbagai keterbatasan. Menurutnya, pelayanan publik yang optimal hanya dapat diwujudkan apabila didukung aparatur yang memiliki kompetensi dan profesionalisme yang memadai.

“Pelatihan seperti ini tidak boleh dipandang sebagai kegiatan seremonial atau sekadar untuk memperoleh sertifikat. Yang paling penting adalah bagaimana setiap peserta mampu meningkatkan kapasitas diri sehingga dapat menjalankan tugas dengan lebih baik dan memberikan pelayanan yang maksimal kepada masyarakat,” ujar Bodewin.

Ia juga memberikan apresiasi kepada jajaran Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan Kota Ambon yang dinilai telah menunjukkan kinerja positif dalam memberikan layanan darurat. Salah satu indikatornya adalah respons cepat terhadap berbagai laporan masyarakat melalui Call Center 112 yang tetap aktif melayani selama 24 jam.

Menurut Bodewin, dedikasi para petugas Damkar tidak hanya terlihat saat menangani kebakaran, tetapi juga dalam berbagai operasi penyelamatan lainnya, seperti evakuasi hewan berbahaya maupun penanganan kondisi darurat yang membutuhkan respons cepat.

“Pekerjaan ini membutuhkan keberanian, disiplin, dan pengabdian yang tinggi. Saya berharap melalui diklat ini akan lahir personel yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat dengan semangat ‘Pantang Pulang Sebelum Api Padam’,” katanya.

Wali Kota juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang telah menghibahkan satu unit mobil pemadam kebakaran kepada Kota Ambon. Bantuan tersebut diharapkan dapat memperkuat armada operasional Damkar dalam memenuhi Standar Pelayanan Minimal (SPM) kepada masyarakat.

Sementara itu, Direktur Manajemen Penanggulangan Bencana dan Kebakaran Kementerian Dalam Negeri yang diwakili Greis Miranda memberikan apresiasi atas inisiatif Pemkot Ambon menyelenggarakan diklat melalui mekanisme in house training. Menurutnya, langkah tersebut menjadi contoh positif bagi pemerintah kabupaten dan kota lainnya, khususnya di wilayah Maluku.

Greis menjelaskan bahwa peningkatan kapasitas aparatur pemadam kebakaran harus berjalan beriringan dengan penguatan upaya pencegahan melalui edukasi masyarakat, inspeksi bangunan, serta mitigasi risiko kebakaran berbasis wilayah.

Ia mengungkapkan, secara nasional jumlah aparatur pemadam kebakaran yang telah memiliki sertifikasi masih relatif rendah. Dari lebih dari 50 ribu personel Damkar di Indonesia, baru sekitar 19 persen yang telah tersertifikasi secara formal. Karena itu, Kemendagri terus mendorong pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pelatihan dan sertifikasi sesuai ketentuan dalam Permendagri Nomor 14 Tahun 2025 tentang Pedoman Penyusunan APBD Tahun Anggaran 2026.

Selain peningkatan kompetensi, Kemendagri juga mengingatkan pentingnya penerapan standar keselamatan kerja guna mewujudkan target zero accident bagi petugas saat menjalankan tugas di lapangan. Di sisi lain, pemerintah daerah juga didorong mengoptimalkan pengisian Jabatan Fungsional Pemadam dan Analis Kebakaran melalui mekanisme CPNS maupun PPPK sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengakhiri sambutannya, Greis mengajak seluruh peserta memanfaatkan pelatihan ini sebagai kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan membangun integritas sebagai aparatur penyelamat.

“Diklat ini bukan hanya menguji kemampuan teknis, tetapi juga membentuk sikap, disiplin, dan tanggung jawab sebagai pelayan masyarakat. Karena itu, ikutilah seluruh rangkaian kegiatan dengan sungguh-sungguh agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan saat bertugas di lapangan,” pesannya.

Pemkot Ambon berharap penyelenggaran diklat kualifikasi pemadam l ini lahir personel Damkar yang semakin profesional, tangguh, dan siap menghadapi berbagai tantangan dalam memberikan perlindungan, penyelamatan, serta pelayanan terbaik bagi masyarakat.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *