AMBON,cahaya-nusantara.com

Komitmen mendorong kemandirian ekonomi bagi penyandang disabilitas terus diperkuat melalui kolaborasi berbagai pihak. PT Permodalan Nasional Madani (PNM) bersama Bank Indonesia dan Yayasan Rumah Generasi menggelar program Madani Empowerpreneur: Difabel Bisa Berusaha bertema “Sagu Inovatif: Mengelola Warisan Lokal Menjadi Kue Modern dan Packaging” di Aula Kantor Bank Indonesia, Ambon, Rabu (11/3/2026).

Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran sekaligus pemberdayaan bagi penyandang disabilitas untuk mengembangkan keterampilan usaha ultra mikro berbasis potensi lokal. Fokus pelatihan diarahkan pada pengolahan sagu, salah satu pangan khas Maluku, agar memiliki nilai tambah ekonomi melalui inovasi produk.

Dalam pelatihan tersebut, para peserta mendapatkan praktik langsung mengolah sagu menjadi berbagai produk kue modern seperti brownies dan cookies. Selain keterampilan produksi, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai teknik pengemasan produk yang menarik dan layak jual, sehingga mampu bersaing di pasar yang lebih luas.

Program ini tidak hanya berhenti pada pelatihan, tetapi juga disertai dukungan sarana usaha. Sebanyak 41 peserta yang terdiri dari penyandang disabilitas binaan Yayasan Rumah Generasi, termasuk sebagian nasabah PNM, menerima bantuan infrastruktur usaha berupa mixer untuk menunjang proses produksi.

Bantuan tersebut diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sekaligus membuka peluang usaha baru bagi para peserta. Dengan dukungan alat dan keterampilan yang diperoleh, para difabel diharapkan mampu memulai maupun mengembangkan usaha ultra mikro secara mandiri dan berkelanjutan.

Pemimpin PNM Cabang Ambon, Taufiq Marsuki, mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen PNM untuk memperluas akses pemberdayaan ekonomi yang inklusif bagi seluruh lapisan masyarakat, termasuk penyandang disabilitas.

“Melalui kolaborasi ini, kami berharap teman-teman difabel semakin percaya diri untuk berusaha, memanfaatkan potensi lokal seperti sagu, serta menghasilkan produk inovatif yang memiliki nilai ekonomi dan mampu meningkatkan kesejahteraan,” ujarnya.

Ia menambahkan, sinergi antara PNM, Bank Indonesia, dan Yayasan Rumah Generasi diharapkan dapat memperkuat ekosistem pemberdayaan ekonomi yang inklusif di Maluku. Dengan demikian, penyandang disabilitas memiliki ruang yang lebih luas untuk berkarya, mandiri, dan berkontribusi dalam pengembangan usaha ultra mikro berbasis kearifan lokal.(CNmy)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *