
Jakarta, cahaya-nusantara.com
Musyawarah Nasional (Munas) III Perkumpulan Pengusaha Alat Keselamatan Pelayaran Indonesia (PPAKPI) yang digelar di Hotel Sunlake, Jakarta, Rabu (15/7/2026), resmi menetapkan Pance Kristianto dari PT Berkat Abadi Marine sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) PPAKPI periode 2026–2029.
Penetapan tersebut merupakan hasil keputusan peserta Munas yang dihadiri para pengusaha alat keselamatan pelayaran dari berbagai daerah di Indonesia. Selain memilih kepengurusan baru, Munas III juga menjadi forum untuk merumuskan arah kebijakan organisasi dalam menghadapi tantangan dan peluang industri alat keselamatan pelayaran ke depan.
Dalam pidato perdananya sebagai Ketua Umum terpilih, Pance Kristianto menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan seluruh anggota PPAKPI. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah dengan penuh integritas, profesionalisme, dan semangat kebersamaan.
“PPAKPI harus menjadi organisasi yang berjaya, progresif, profesional, dan mampu memberikan manfaat nyata bagi seluruh anggota serta berkontribusi terhadap kemajuan sektor kemaritiman Indonesia. Saya mengajak seluruh anggota untuk bersatu dan bersama-sama membangun organisasi yang semakin solid dan berdaya saing,” ujar Pance.
Pada masa kepemimpinannya, Pance akan memprioritaskan penguatan tata kelola organisasi, peningkatan kualitas pelayanan kepada anggota, pengembangan kapasitas pelaku usaha alat keselamatan pelayaran, serta memperluas peran PPAKPI sebagai mitra strategis pemerintah dalam mendukung keselamatan pelayaran nasional.
Ia juga menegaskan pentingnya membangun sinergi dengan pemerintah pusat maupun daerah guna menciptakan regulasi yang mendukung iklim usaha yang sehat, meningkatkan penggunaan produk yang memenuhi standar keselamatan, serta memperkuat industri alat keselamatan pelayaran dalam negeri.
Selain itu, PPAKPI akan mendorong peningkatan profesionalisme dan daya saing anggota melalui pengembangan kompetensi, inovasi, serta kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan di sektor maritim.
Pance menilai persatuan dan kekompakan organisasi menjadi kunci utama dalam menghadapi dinamika industri yang terus berkembang.
“Munas telah selesai. Kini saatnya kita bersatu, memperkuat keutuhan organisasi, dan bekerja bersama untuk membawa PPAKPI menjadi organisasi yang semakin dipercaya, diperhitungkan, dan memberikan kontribusi nyata bagi pembangunan sektor maritim Indonesia,” tegasnya.
Dengan kepemimpinan baru periode 2026–2029, PPAKPI optimistis dapat semakin memperkuat eksistensinya sebagai wadah pengusaha alat keselamatan pelayaran yang adaptif terhadap perkembangan zaman, mampu menjawab tantangan industri, serta menjadi mitra strategis pemerintah dalam mewujudkan sistem pelayaran nasional yang aman, berkualitas, dan berdaya saing. (CNi)
