AMBON, cahaya-nusantara.com

SMA Negeri 5 Ambon sukses melaksanakan Ujian Sekolah Berbasis Komputer (USBK) yang berlangsung sejak 10 hingga 15 Maret 2025. Ujian ini dibuka secara daring oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku, diikuti oleh seluruh pengawas dan siswa yang berkumpul di aula sebelum memasuki sesi pertama ujian.

Kepala SMAN 5 Ambon, P. J. Saija, S.Pd, dalam wawancaranya dengan media ini, di ruang kerjanya, Jumat (14/3/25) mengungkapkan bahwa pelaksanaan USBK tahun ini sepenuhnya menggunakan sistem komputer dengan jumlah peserta mencapai 312 siswa. Untuk kelancaran proses ujian, peserta dibagi dalam tiga sesi, masing-masing diikuti oleh 104 siswa.

Dan menariknya,sesi pertama dikhususkan untuk menghargai peserta ujian yang sementara menjalankan ibadah puasa.

Selanjutnya dalam rangka menjaga transparansi, pengawasan ujian dilakukan secara silang dengan melibatkan 30 pengawas dari SMAN 4, SMAN 9, dan SMA Siwalima di SMAN 5 Ambon. Sementara itu, 30 guru dari SMAN 5 juga ditugaskan untuk mengawas di sekolah-sekolah tersebut.

“Hingga hari kelima, ujian berlangsung lancar tanpa kendala teknis. Listrik stabil dan jaringan internet Telkomsel tetap optimal, sehingga siswa dapat mengerjakan ujian dengan nyaman,” ujar Saija.

Sistem pengaturan ujian juga berjalan tertib. Siswa yang telah menyelesaikan sesi pertama diberikan arahan sebelum meninggalkan sekolah, sedangkan peserta sesi kedua menunggu di aula hingga jadwal mereka tiba. Menurut Saija, hal ini bertujuan agar siswa tetap menghargai proses ujian serta meningkatkan disiplin mereka.

SMAN 5 Ambon menjadi salah satu sekolah yang telah sepenuhnya menerapkan USBK tanpa membebankan biaya tambahan kepada siswa. Fasilitas sekolah yang mendukung, termasuk dua laboratorium komputer serta tiga ruang kelas yang difungsikan sebagai laboratorium sementara dengan sistem Chromebook, memastikan ujian dapat berjalan optimal.

“Kami tidak meminta siswa menyediakan pulsa data karena dana BOS yang kami terima cukup untuk membiayai seluruh kebutuhan ujian, termasuk pemasangan internet di sekolah,” jelas Saija.

Menariknya, tingkat kedisiplinan siswa juga tinggi. Tidak ada peserta yang terlambat karena mereka sudah terbiasa hadir sejak pukul 07.00 WIB sesuai aturan sekolah. Bahkan hingga hari kelima pelaksanaan ujian, tidak ada laporan siswa yang sakit, sehingga sekolah berharap tidak perlu mengadakan ujian susulan.

Selain ujian tulis, para siswa sebelumnya telah menyelesaikan ujian praktik selama satu minggu sebelum USBK dimulai.

Saija juga menambahkan bahwa pihak sekolah telah mensosialisasikan petunjuk teknis terkait ijazah online kepada orang tua siswa agar tidak terjadi kesalahan dalam penulisan data.

“Kami berharap ujian ini berjalan lancar hingga hari terakhir, tanpa kendala listrik atau jaringan internet. Kami juga berharap seluruh siswa dan guru tetap sehat hingga proses ujian selesai,” pungkasnya.

Dengan kesuksesan pelaksanaan USBK tahun ini, SMAN 5 Ambon kembali menegaskan komitmennya dalam menciptakan lingkungan pendidikan berbasis teknologi yang berkualitas dan disiplin.(CN-02)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *