Jakarta, cahaya-nusantara.com

Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan, Mercy Chriesty Barends, menaruh perhatian terhadap penanganan kasus bentrokan yang terjadi di kawasan Jalan Tambak, Menteng, Jakarta Pusat. Ia meminta aparat kepolisian mengusut perkara tersebut secara menyeluruh dan menjamin proses hukum berlangsung tanpa diskriminasi.

Menurut Mercy, hilangnya nyawa seseorang merupakan persoalan yang tidak dapat dianggap sepele sehingga setiap pihak yang terbukti bertanggung jawab harus diproses sesuai ketentuan hukum.

“Kerugian materi masih dapat dipulihkan, tetapi kehilangan nyawa tidak bisa tergantikan. Karena itu penanganan kasus ini harus mengedepankan rasa keadilan bagi semua pihak,” ujarnya.

Insiden yang terjadi pada Minggu (26/7/2026) itu mengakibatkan seorang warga meninggal dunia dan beberapa lainnya mengalami luka serius. Mercy berharap penyidikan dilakukan secara terbuka sehingga masyarakat memperoleh kepastian mengenai perkembangan perkara tersebut.

Ia juga menilai kejadian kekerasan yang terjadi di sejumlah daerah dalam beberapa waktu terakhir menjadi peringatan bagi aparat keamanan untuk meningkatkan langkah antisipasi. Penguatan sistem deteksi dini serta edukasi kepada masyarakat dinilai penting agar konflik tidak berkembang menjadi tindak pidana yang menimbulkan korban jiwa.

Selain meminta aparat bekerja maksimal, Mercy mengimbau masyarakat agar tidak mudah terpancing isu maupun informasi yang belum terbukti kebenarannya. Ia mengingatkan penggunaan media sosial harus dilakukan secara bijak agar tidak memperkeruh situasi.

Khusus kepada warga Maluku yang berada di berbagai wilayah Indonesia, Mercy mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga persaudaraan, menaati aturan hukum, serta menghormati adat dan budaya di lingkungan tempat tinggal masing-masing.

Sebagai bentuk kepedulian terhadap para korban, Mercy mendatangi Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM), Senin (28/7/2026). Ia memperoleh informasi bahwa jenazah korban berinisial PH telah diberangkatkan ke Tual, Maluku, untuk dimakamkan. Mercy kemudian berkomunikasi dengan keluarga korban guna menyampaikan belasungkawa.

Di rumah sakit yang sama, Mercy juga menemui korban luka berat berinisial DL yang masih menjalani perawatan. Ia turut berkoordinasi dengan tim medis terkait kebutuhan pemeriksaan forensik yang menjadi bagian dari proses penyidikan.

Setelah itu, Mercy melanjutkan koordinasi dengan penyidik Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya. Berdasarkan informasi yang diterimanya, hingga kini polisi telah menetapkan tujuh orang sebagai tersangka. Empat di antaranya diduga terlibat dalam aksi perusakan gerobak makan, sedangkan tiga tersangka lainnya diduga melakukan pengeroyokan yang menyebabkan korban meninggal dunia.

Sementara itu, Polda Metro Jaya memastikan penyebab bentrokan bukan persoalan pembayaran sebagaimana sempat ramai diperbincangkan di media sosial. Polisi menyebut peristiwa tersebut bermula dari perselisihan yang kemudian berkembang menjadi bentrokan antarkelompok hingga menimbulkan korban jiwa dan korban luka. (CNi)

By admin

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *